Meski Jepang sepertinya terlihat ramah terhadap turis dan orang asing, namun sepertinya isu rasisme dan xenophobia, ketakutan akan orang-orang dari negara lain, masih menjadi sisi gelap Jepang yang sulit dihilangkan.
Rasisme di Jepang makin santer terdengar lewat Demo anti-imigran dan anti-korea yang dipimpin oleh organisasi politik Zaitokukai, Zainichi Tokken o Yurusanai Shimin no Kai (Asosiasi Masyarakat Penentang Hak Spesial Zainichi) . Mereka melakukan protes terhadap hak yang diberikan kepada imigran di Jepang, terutama orang Korea yang biasa dikenal dengan Zainichi Koreans (zainichi berarti tinggal di Jepang).
Salah satu contoh Zainichi Koreans yang mungkin kita kenal dengan baik adalah Pile, yang mengisi suara dari karakter Maki di Love Live!
Para otaku yang menganggap kalau budaya dan etnis seharusnya tidak memiliki batasan menentang aksi Zaitokukai dan membuat aksi nyata dengan turun ke jalan dan melakukan blokade di Akihabara, melawan protes dari Neo-nazi anti-warga asing yang meminta warga asing di Jepang untuk pulang ke tanah kelahiran mereka.
https://twitter.com/Simon_Sin/status/599803502836076545
Sebuah komentar dari pengguna forum di Crunchyroll mungkin cukup menggambarkan mengapa para otaku begitu membenci rasisme dan diskriminasi yang ada di Jepang. Kalau ada orang-orang yang tahu bagaimana rasanya menderita karena dihujat, dijadikan kambing hitam, dan mendapat kebencian tak beralasan dari masyarakat di Jepang, merekalah otaku.
Sumber : crunchyroll

0 komentar:
Posting Komentar